Nyongkolan
Narasumber : Ibu Mainah dan Papuk Asih
Nyongkolan adalah sebuah
kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam proses perkawinan pada suku
sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Para peserta nyongkolan menggunakan
pakaian adat sasak yaitu lambung untuk perempuan dan untuk laki-laki disebut
dodot atau kain sarung yang diikat dipinggang. Jadi akan menghindari penggunaan
pakaian yang tidak tepat tidak layak untukdi pakai. Biasanya nyongkolan
diiringi dengan rombongan musik tradisional seperti gamelan musik gendang beleq atau kelompok
penabuh rabana suara gendangnya ini biasanya di adakan selepas dhuhur atau
selesai ashar. Kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah
memplai pria kerumah memplai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria. Tujuan dari prosesisi ini
yaitu untuk memperkenalkan pasangan kedua mempelai tersebut kemasyarakat, terutama
pada kalangan kerabat dimana mempelai wanita tinggal, karena seluruh acara
pernikahan biasanya dilaksanakan dipihak mempelai laki-laki. Serta tujuan
nyongkolan adalah mempelai pria
mengantar si mempelai wanita secara hormat serta membuktikan kepada orang
tuanya bahwa wanita itu mulia dan terhormat.
Dalam proses ini sebagian peserta
biasanya membawa seserahan berupa daun
sirih hasil kebun, sayuran, maupun
buah-buahan serta sarung dan lain-lain yang melengkapi simulasi nyongkolan ,yang akan dibagikan kepada kerabat
dan tetangga mempelai wanita nantinya, selain itu para peserta nyongkolan juga
tidak mengenakan alas kaki. Sampai di
rumah perempuan , pasangan akan sungkeman serta mengembalikan telapak kaki
kedua orang tuanya dan meminta doa dan
restu kepada keluarganya. Tradisi ini
menandakan bahwa pihak keluarga sudah merestui pernikahahan anak gadisnya dan
melepas anaknya untuk dibawa suaminya.
Saat ini tradisi nyongkolan di
masyarakat Lombok sudah terjadi banyak penyipangan. Musik gendang belaq diganti
dengan kecimol para pesertanya pun tidak luput dari minuman beralkohol yang
menyebabkan perkelahian fatal. Tradisi nyongkolan ini biasanya dilaksanakan di
badan jalan raya yang menyebabkan kemacetan karena adanya musik pengiring
kecimol atau musik dangdut sehingga menyebabkan peserta nyongkolan terbawa
suasana dan joget gak jelas sehingga jalan raya terlihat sempit dan mengundang
kemacetan.
KESIMPULAN
Jadi
nyongkolan yang sebenarnya adalah membagikan kebahagiaan bukan kemacetan karana
nyongkolan telah ada sejak masa lampau dan akan tetap ada dimasa sekarang dan
masa depan, karena nyongkolan sudah menjadi cirri khas budaya dan akan menjadi
salah satu tradisi yang tetap di lakukan oleh suku sasak. Serta tujuan
nyongkolan adalah mempelai pria
mengantar si mempelai wanita secara hormat serta membuktikan kepada orang
tuanya bahwa wanita itu mulia dan terhormat.
Good
BalasHapusGood
BalasHapusBangga berbudaya Sasak
BalasHapusGood good..
BalasHapusnumpang promosi. Komen di blog saya ya ceman ceman..
tidakpakejudul.blogspot.com
Thankyu
Mantappppp lenga 😃
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap lengaaa
BalasHapusmancapppp sayy
BalasHapuskeren lenga.
BalasHapusorang bima lestarikan nyongkolan
Pengen😂
BalasHapusayo makanya nikah biar kamu bisa ngerasain gimana rasanya nyongkolan . haha
BalasHapusInformasihnya luar biasa
BalasHapusTerbaik dari segala yg terbaik, menambah wawasan bagi pembaca
BalasHapusMantep...
BalasHapusMantep
BalasHapusBagus.
BalasHapusHebattt
BalasHapusSmga bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusIni seperti mahakarya
BalasHapusWahh... ternyata tradisi lombok itu bagus ya... ayoo wee pada ngongkolan
BalasHapusWaahhh lengaaaa kapan nyongkolan ???
BalasHapus